Tangerang, KataKota.com – Dalam rangka mendorong ekonomi Indonesia, pameran multiproduk berskala besar dan pertama bertajuk Pekan Raya Indonesia akan digelar di Tangerang Selatan. Pameran yang menggabungkan konsep belanja, hiburan, rekreasi dan edukasi dalam ruangan (indoor) ini rencananya akan digelar pada 20 Oktober – 6 November 2016 di Indonesia Convention Exhibiton (ICE) BSD City.
PRI merupakan ajang promosi produk dan penawaran diskon yang relatif lebih besar dari harga biasa di gerai atau toko. Selain dihadiri oleh brand besar dan ternama, PRI juga menghadirkan usaha kecil dan menengah (UKM). Hal ini diharapkan dapat menjadi upaya dalam memajukan industri dalam negeri dengan menonjolkan produk lokal.
“Pada saat perekonomian nasional stagnan, dibutuhkan upaya mem-boost perekonomian agar bergerak lagi. Selain UKM dan industri kreatif, PRI juga memberikan tempat kepada usaha kuliner dan fashion dalam negeri,” ujar Emmanuel Ernawan, Ketua Pelaksana Harian Pekan Raya Indonesia di Jakarta, Selasa (16/2).
Menurut Hyang I. Mihardja, Presiden Direktur PT Mahayana Indonesia Convex selaku event organizer penyelenggara pameran, pelaku UKM mendapat kemudahan dalam partisipasi pameran seperti keringanan biaya. Apalagi, harga stand yang ditawarkan menurutnya sangat terjangkau.
“Kita tawarkan stand per meter persegi Rp 2,5 juta. Kita juga berikan kemudahan untuk produk UKM, terutama yang baru start up dengan soft installment,” ujar Hyang yang juga menjabat Sekretatis PRI.
“Untuk berpartisipasi pelaku UKM bisa mendaftarkan usahanya, nanti kita kurasi sesuai zona penempatan,”
Ada 11 zona dalam PRI ini. Hall 1 dan 2 untuk zona pariwisata dan kebudayaan, mulai dari industri penerbangan, lembaga pariwisata dan bisnis perhotelan, lembaga investasi mancanegara, perguruan tinggi dan institusi pendidikan.
Hall 3 digunakan untuk UKM dan industri kreatif, hall 3A untuk anak-anak dan pendidikan anak, hall convention untuk gaya hidup dan fashion, hall 5 untuk consumer goods, hall 6 untuk furnitur, hall 7 untuk multiproduk, hall 8 untuk gadget dan IT, serta hall 9 dan 10 untuk produk otomotif (mobil dan motor).
Dalam pameran yang berlangsung selama 18 hari ini, tambah Hyang, PRI menargetkan transaksi minimum Rp 500 miliar dengan pengunjung mencapai 1 juta orang. Hingga bulan Februari ini juga, ia mengungkapkan sudah 25-30 persen perusahaan yang mendaftarkan diri.
“Target transaksi minimum Rp 500 miliar, itu belum termasuk belanja properti dan otomotif tapi,” ungkapnya. (Berita1/eq)

























