Perempuan Millenial dan Visioner Harus Pintar 

5
Perempuan Millenial dan Visioner Harus Pintar,(adit/katakota.com)

Tangerang, Katakota.com– Dalam rangka memperingati hari kartini Samarata mengadakan talkshow dengan tema kartini visioner di era millenial pada sabtu (27/4) di plaza Aeropolis Commercial Park Kecamatan Neglasari.

Dalam kegiatan turut dihadiri pembicara para perempuan hebat dari berbagai latar belakang yakni Ketua PKK Aini Suci Wismansyah, Corporate secretary Intiland Theresia Rustandi, Plt Kepala DP3AP2KB Iis Aisyah Rodiah dan dr. Yuni Ayu, Dokter Kulit Larissa Aesthetic Center, serta ketua Dharma Wanita Ani Dadi Budaeri.

Theresia Rustandi memaparkan, pengalaman sebagai wanita karir yang  yang sehari-hari bekerja diantara mayoritas kaum lelaki. Menurutnya perempuan tak boleh rendah diri serta harus meyakini kemampuan yang dimilikinya.

“Paling penting bagaimana kita dapat menghormati diri sendiri, kalau sudah menghormati diri sendiri kita akan mampu hormati orang lain apalagi laki-laki,” ujarnya.

Lanjutnya, ketika sudah menghormati diri sendiri dan orang lain lalu perempuan juga harus meningkatkan pengetahuan yang tak jauh dari laki-laki.

“Perempuan harus pintar bukan memanfaatkan kelebihan dan kekurangan yang dimiliki untuk mengakali laki-laki,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi perempuan Indonesia saat ini sudah cukup maju. Hal ini terlihat dari persamaan hak dan kesempatan, banyak sekali perempuan yang menduduki posisi strategis baik untuk keluarga maupun negara.

“Bekerja ataupun tak bekerja tak ada perbedaan dalam persamaan hak dan kesempatan perempuan, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan, resiko tersebut yang perlu diantisipasi oleh perempuan, yang paling penting perempuan harus memiliki kegiatan positif sebagai saluran mengembangkan diri,” ucapnya.

Ketua PKK Kota Tangerang, Aini Suci Wismansyah mengatakan, kartini millenial adalah perempuan yang mampu mengembangkan minat bakat yang dimilikinya tanpa dibatasi gender. Namun demikian tak mengurangi kodratnya sebagai perempuan yang juga ibu rumah tangga.

“Harus tetap pada kodratnya sebagai perempuan indonesia yang ketimuran yang lemah lembut dan bisa membawa nama perempuan indonesia,” ujar Aini.

Selanjutnya menjadi perempuan visioner tak harus bekerja, namun perempuan harus terus belajar meningkatkan ilmu. Sebab meskipun tak bekerja perempuan ibu rumah tangga adalah pengajar dan pendidik bagi anak-anaknya.

“Perempuan mau kerja dan tidak tetap harus belajar sebagai ibu rumah tangga ilmu yang dimiliki untuk mengajarkan anak anak terlebih kondisi perkembangan teknologi saat ini, jangan sampai kalah sama anak,”ucapnya.

Menurutnya, mengembangkan keilmuan juga berlaku bagi perempuan yang bekerja, Upaya ini agar ilmu yang dimiliki memudahkan dalam bekerja serta mencapai tujuan yang dinginkan.

“Sama seperti pekerja misalkan direktur dia harus terus mengembangkan ilmunya agar tidak dibohongi bawahannya,” ujarnya.

Kepala DP3AP2KB Kota Tangerang, Iis Aisyah Rodiah menambahkan, upaya Pemkot dalam meningkatkan peran perempuan ditunjukan melalui berbagai kebijakan dan program. Selain itu turut ditunjang dengan regulasi yang melindungi persamaan hak perempuan.

“Kota Tangerang punya Perda nomor 1 tahun 2019 tentang penyelenggaraan pembangunan ketahanan keluarga serta perda Nomor 5 Tahun 2018 Tentang Pengarusutamaan Gender,” ucapnya.(dit)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.