Pria asal Tangerang ini Mudik ke Pacitan dengan Sepeda

11
Pria Hampir Paruh Baya Ini Mudik dari Tangerang ke Pacitan Menggunakan Sepeda Kayuh

Tangerang, Katakota.com — Libur Hari Raya Idul Fitri dimanfaatkan Ferryanto Wijaya (45) warga Tangerang untuk menyalurkan hobinya bersepeda.

Ia mudik dari Tangerang menuju Pacitan menggunakan sepeda kayuh.

“Bersepeda (gowes) memang sudah jadi hobi saya. Saat hari-hari biasa waktu untuk bersepeda hanya Sabtu dan Minggu, berhubung saat ini libur lebaran kami puas-puaskan bersepeda,” tuturnya saat ditemui Tribunjogja di Jalan Jogja Wonosari, Rabu (13/6/2018).

Selanjutnya ia mengatakan hari pertama rute perjalanannya adalah dari Tangerang menuju ke Losarang.

“Hari pertama dari Tangerang ke Losarang yang berjarak 200 km dan menginap di sana,”

Setelah dari Losarang dirinya bersama teman-teman bersepeda kembali menuju Bumiayu dan menempuh jarak 185 km.

“Karena teman-teman ingin cepat sampai dari Bumiayu langsung menuju Yogyakarta menempuh jarak 217 km,” katanya.

Ia memulai perjalanannya pada tanggal 9 juni bersama 5 temannya lalu singgah di Yogyakarta, dan melanjutkan perjalanan ke Pacitan seorang diri.

“Berhubung teman-teman ingin liburan di Yogyakarta saya menemani mereka selama satu hari di Yogyakarta, setelah itu saya melanjutkan perjalanan ke Pacitan seorang diri,” tuturnya.

Ia mengaku tidak ada persiapan khusus untuk bersepeda dalam jarak yang sangat jauh, karena tiap minggunya sering bersepeda saat berada di Tangerang.

“Untuk sepeda tidak ada persiapan khusus, hanya mempersiapkan service ringan, minuman, makanan ringan, jas hujan, serta pompa ban,” katanya.

Ia memberikan tips kepada masyarakat jika ada yang ingin mengikuti jejaknya dalam bersepeda dengan menempuh jarak jauh.

“Yang terpenting jangan memaksakan diri, jika dirasa capek ya istirahat. Jika saya haus saya langsung berhenti untuk minum,” katanya.

Ia memprediksi tiba di Pacitan saat malam hari sudah petang melalui jalur Gunungkidul, dan akan mencoba rute baru yaitu melewati pantai Sadeng dan menuju Pacitan Jawa Timur.

“Bersepeda jarak jauh ibarat seperti makan roti semakin lama rutenya semakin berisi (menantang),” tambahnya.

Setiap tiba di Gapura ia menyempatkan diri untuk berswafoto di depan gapura tersebut untuk digunakan sebagai dokumentasi pribadi.

“Tidak hanya gapura tetapi jika melewati pemandangan yang bagus saya sempatkan untuk selfie, dengan seperti ini saya sangat senang karena tidak memikirkan urusan kantor,” tuturnya

Sumber    : Tribun
Uploader  : Cecep R./QY

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.