Protokol Kesehatan Harus Super Ketat dalam Pembelajaran Tatap Muka

9
Tim Velox Badan Intelijen Negara (BIN) memberikan bantuan APD kepada SMPN 1 Kota Tangerang/dit

Setelah mendatangi Sekolah Budi Mulia dan SMA Negeri 13 Tim Velox Badan Intelijen Negara (BIN) kembali memberikan edukasi Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di SMPN 1 Kota Tangerang pada Senin (14/12/2020).

Ketua Tim Velox BIN, Didi Harun mengatakan, kehadiran BIN di sarana pendidikan terkait dengan rencana pemerintah yang akan membuka kembali pembelajaran tatap muka.

“Edukasi Adaptasi Kebiasaan Baru diberikan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan dalam setiap aktivitas,” ujar dia.

Selain memberikan edukasi AKB, Tim Velox juga memberikan bantuan APD berupa masker, hand sanitizer, alat penyemprot elektrik. Kemudian juga turut melakukan penyemprotan di lingkungan sekolah.

Terkait rencana akan dibukanya pembelajaran tatap muka, tim medis BIN dr Jares Clinton mengatakan tetap harus memperhatikan protokol kesehatan secara super ketat. Sebab diketahui melalui tatap muka dipastikan menimbulkan kerumunan siswa dan guru.

“Kalau zonasinya aman, lalu telah mendapatkan izin orangtua dan tergantung screening dari seluruh siswa kemudian guru yang bebas dari Covid-19 lalu Prokes secara teknis juga dijalankan dengan baik, saya rasa tatap muka sangat bagus dijalankan,” ujarnya.

“Kalau zonanya merah sebaiknya ga usah dibuka, karena daerahnya masih banyak yang terinfeksi Covid-19,” sambungnya.

Kemudian dr Jares menambahkan, pembelajaran tatap muka agar memperhatikan ruangan belajar.

“Kalau ruangnya ber AC harus tetap ada sedikit ventilasi yang terbuka sebagai sirkulasi udara,” katanya.

BIN memberikan sosialisasi Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di SMPN 1 Kota Tangerang/dit

Kepala Sekolah SMPN 1 Mulyono Sobar mengapresiasi kedatangan BIN. Menurutnya edukasi yang diberikan oleh BIN sangat bermanfaat terutama menyambut rencana dibukanya pembelajaran tatap muka.

“Kami mengapresiasi dipilihnya SMPN 1 menjadi tujuan sosialisasi oleh BIN karena dari sekian banyaknya SMP di Kota Tangerang hnaya ada dua sekolah salah satunya SMPN 1, Edukasi sangat  bermanfaat bagi siswa, guru dan stakeholder lain di SMPN 1,” ujarnya.

Terkait pembelajaran tatap muka Mulyono mengembalikan kepada kesepakatan bersama pemerintah daerah, komite sekolah dan orangtua.

“Kita perhatikan zona saat ini bahwa yang boleh laksanakan tatap muka zonanya kuning,” ujarnya.

Pihaknya telah menyiapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang terdiri dari sarana prasarana, desain kurikulum, sampai dengan pembentukan satgas Covid-19 di SMPN 1 Kota Tangerang.

“Sarpras 90 persen telah siap, kita juga telah mengikuti Diklat terkait pembelajaran tatap muka di masa pandemi ini,” ucapnya.(Adit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.