Sosialisasi di Tangerang, Tim Velox BIN tekankan disiplin protokol kesehatan

16
Perwakilan medis Tim Velox Badan Intelijen Negara (BIN) dr Jares Clinton menyebut naiknya angka kasus positif dan angka meninggal dunia salah satu penyebabnya karena kurang paham dan  kurang disiplinnya masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.
“Kami sudah terjun ke masyarakat ke sarana publik, sarana ibadah dan lainnya sering menemukan faktor yang menyebabkan angka positif dan kematian tinggi yakni kurang paham dan kurang  disiplin menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya saat sosialisasi dan edukasi Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di SMA Negeri 13 Kota Tangerang di Kelurahan Sudimara Barat, Kecamatan Ciledug pada Minggu (14/12/2020).
Menurutnya kurang paham dan disiplin masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan menjadi faktor yang mempengaruhi kondisi zonasi suatu wilayah dalam penyebaran Covid-19.
“Itulah salah satu faktor penting kenapa ada suatu daerah dari orange ke merah, orange ke merah lagi karena kurang paham dan disiplin dalam protokol kesehatan,” ujarnya lagi.
Kemudian juga ditemukan adanya faktor bosan dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Kalau bosan sulit diterima, karena Prokes bukan menjaga kesehatan kita tapi juga orang lain yang kita tidak mau timbulnya klaster baru kalau prokes ga dijalankan dengan baik,” tuturnya.

Ia mengatakan, penerapan potokol kesehatan sangat mudah dalam aktivitas sehari-hari yakni 3M memakai masker, mencuci tangan menggunakan sabun, dan menjaga jarak.
Kemudian 3M akan lebih baik lagi bila ditambah dengan unsur plus. Sebab tak hanya melindungi tubuh dari luar namun juga dari dalam karena daya tahan tubuh yang kuat.
“Plus Pertama yakni nutrisi yang cukup makan makanan bergizi dan minum multivitamin. Lalu plus kedua istirahat yang cukup dan berolahraga,” terangnya.
Tim Velox BIN memberikan bantuan APD ke SMA Negeri 13 Kota Tangerang pada Minggu (13/12/2020)/dit
Lanjut dikatakan dr Jares dalam menjalani Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) agar memperhatikan starter pack yang wajib dibawa dalam setiap aktivitas di luar.
Pertama menggunakan masker dan membawa masker cadangan, terdapat banyak jenis masker yakni buff, scuba, masker kain, masker medis dan N95.
“Jenis buff dan scuba sudah dilarang penggunaannya karena bahannya tipis dan terdiri dari satu lapisan saja,” ujar dia.
lalu membawa tisu baik tisu kering dan basah, membawa peralatan makan sendiri, dan peralatan ibadah pribadi. Kemudian juga membawa hand santizer.
“Hand sanitizer yang disarankan memiliki kandungan alkohol diatas 70 persen, Meskipun membawa hand sanitizer mencuci tangan dengan sabun tetap utama karena selain membunuh virus juga membuang kuman yang menempel di tangan,” kata dia.
Sosialisasi dan edukasi Adaptasi Kebiasaan Baru di SMA Negeri 13 Kota Tangerang, pada Minggu (13/12/2020)/dit
Wakasek SMA Negeri 13 Kota Tangerang, Iswayudi menyambut baik atas kehadiran Tim Velox BIN yang memberikan edukasi AKB.
“Positif sekali menambah banyak pengetahuan dan wawasan, tadi saja ada pengetahuan yang baru kita tau setelah mendapatkan penjelasan,” ujarnya.
Ia mengatakan, pesan sosialisasi dan edukasi akan disampaikan kembali kepada tenaga pendidik dan siswa agar mengetahui informasi terbaru tentang Covid-19.
“Nanti akan disampaikan secara berantai oleh siswa yang hadir ke siswa lainnya,” katanya.
Sebelumnya Tim Velox BIN sudah memberikan edukasi kepada siswa dan tenaga pendidik di Sekolah Budi Mulia yang berada di Jalan HOS Cokroaminoto Kelurahan Sudimara Jaya Kecamatan Ciledug.
 
Ketua Tim Velox BIN, Didi Harun mengatakan, Edukasi Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) diberikan kepada siswa dan tenaga pendidik. Dipilihnya sekolah sebagai sasaran edukasi terkait dengan rencana pemerintah yang akan membuka kembali kegiatan belajar tatap muka di sekolah. (Adit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.