Tawarkan Kurikulum Cambridge, Step Up Sampoerna School System hadir di Kota Tangsel

98
Konfrensi pers step up diBSD,(adit/Katakota.com)

Tangsel, Katakota.com– Kebutuhan akan pendidikan yang berstandar global adalah kebutuhan yang mendesak di Indonesia, dan dapat dilihat dengan pertumbuhan sekolah yang menggunakan kurikulum Cambridge, International Baccalaureate (IB) atau lainnya. Selain ltu AFS (American Field Service) lntercultural Survey menunjukkan 80% dari 5,500 responden yang berusia 13-18 tahun (generasi Z) berpikir untuk melanjutkan sekolah di luar negeri, dengan tujuan untuk mendapatkan kualitas pendidikan yang lebih balk, sehingga meningkatkan kemampuan bersaing dalam mendapatkan pekerjaan dalam jangka panjang.

CEO Bimbingan Belajar STEP UP, Meliana Sutikno menjelaskan kebutuhan akan daya saing global ini menjadi faktor pendorong perubahan Pengeluaran Rumah Tangga dengan meningkatkan pengeluaran kepada Pendidlkan Anak.

lni dapat dilihat dalam perubahan contributor GDP di lndonesia. Pendidikan selama beberapa tahun terakhir meningkat 5% dari total Konsumi RT.

Gaya hidup Gen 2 usia 13-18 tahun yang tidak lepas darl Technology, Keterbukaan, Berpikir Kritis telah membuka wacana pendidikan yang berbeda dari generasi sebelumnya.

“Kami, sebagai bagian dari Sampoerna Schools System, sebuah institusi pendidikan yang teritegrasi, menghadirkan STEP UP, sebuah sistem penunjang terhadap Tantangan Pendidlkan Formal yang dihadapi murid generasi Z atau milenial,” ujar Meliana saat konfrensi pers di Step Up, BSD, Tangerang Selatan, Rabu (18/4).

“Goal kami jelas agar siswa siswi mendapatkan kinerja akademis yang jauh lebih baik. Oleh karena itu kami tekankan belajar itu harus nyaman,” sambungnya.

Dirinya menambahkan setelah sekolah siswa siswi pada umumnya membutuhkan tempat yang Iebih rilex seperti di rumah. Namun kebutuhan atas menyelesaikan pekerjaan rumah, persiapan ujian mendorong kebutuhan akan bimbingan belajar.

“Oleh karena itu di STEP UP, kami hadirkan rumah kepada siswa dan siswi, di mana mereka dapat mendapatkan bimb’ngan belajar oleh guru – guru yang terakreditasi dan mereka dapat merasa nyaman di rumah kedua dengan membawa makan atau minuman, dapat belajar bersama teman ditempat yang Ieluasa, dan kondusif,” katanya.

“Guru berkualitas itu pasti, kami tetap menekankan pada kualitas guru. Guru atau kami sebut Coach, memiliki akreditasi IBI Cambridge maupun ESL, pengalaman mengajar, dan cara mengajar yang interaktif,” jelas Meliana. (dit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.