Vaksin, Koalisi Dokter Muslim Minta Masyarakat Percaya Ahli

13

Jakarta, Katakota.com — Menanggapi soal kehalalan vaksin Measles dan Rubella (MR), Koalisi Dokter Muslim Pro Imunisasi meminta masyarakat percaya kepada para ahli. Seperti halnya Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang memfatwakan vaksin MR boleh dilakukan dan hukumnya mubah.

Dokter Spesialis Anak dari Koalisi Dokter Muslim Pro Imunisasi dr Arifianto SpA mengatakan, ada beberapa poin yang perlu diperhatikan dari fatwa dan arahan MUI. Pertama, MUI menyatakan vaksin MR adalah mubah. Sehingga boleh melakukan vaksin untuk anak-anak dan hal ini bisa menghilangkan keraguan yang selama ini menyelimuti para orangtua.

BPOM menurut Arifianto juga sudah menyatakan produk akhir vaksin MR tidak mengandung babi. Dalam fatwa MUI ditegaskan dalam proses pembuatan vaksin menggunakan, bukan mengandung babi.

Memang dalam hal ini ada perbedaan pendapat ulama mengenai konsep istihalah dan istihlak. Arifianto sangat menghormati pendapat MUI yang tidak memasukkan konsep istihalah dan istihlak dalam vaksin ini.

Perlu diketahi bahwa vaksin polio injeksi (IPV= Injection polio vaccine) dalam proses pembuatannya juga masih menggunakan enzim tripsin babi sebagai katalisator, namun di hasil akhir vaksin sudah tidak ada. Beberapa ulama memfatwakan membolehkan karena sudah tidak mengandung babi dengan kaidah istihalah dan istihlak.

Dalam fatwa ini, MUI mengakui bahwa vaksin adalah satu-satunyanya metode imunisasi. Adapun metode lain yang diklaim bisa menggantikan vaksin, ternyata oleh MUI tidak dianggap bisa menggantikan vaksin. Apabila bisa menggantikan, tentu tidak ada istilah darurat syariyyah.

“Hendaknya tidak ada pihak yang mengklaim bahwa vaksin tidak dibutuhkan dan mengklaim bahwa mereka punya alternatifnya,” ujar Arifianto.

Jika ulama di MUI percaya dengan para ahli berupa dokter dan tenaga kesehatan, Arifianto berharap kaum Muslimin juga percaya. Ilmuwan Muslim akan terus mengupayakan arahan MUI agar mencari dan meneliti vaksin yang tidak menggunakan babi dalam pembuatannya. Hanya saja penelitian ini butuh waktu dan cukup lama.

 

Sumber                : Republika

Uploader             : Cecep R./Ky

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.