Ada Upaya Adu Domba TNI, Polri, dan BIN Oleh Pihak Asing

59

Jakarta, Katakota.com — Situasi politik nasional menghangat terkait polemik pengadaan senjata api. Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto sudah menegaskan hal itu hanya terkait komunikasi yang belum tuntas.

Pengamat intelijen Ridlwan Habib menilai ada pihak ketiga yang mencoba melakukan adu domba antara Panglima TNI, Polri, dan institusi BIN. “Dari penelusuran dengan metode open source intelligence atau OSINT, operasi adu domba ini menggunakan media sosial, ” ujar Ridlwan di Jakarta, Senin (25/9).

Dia menjelaskan, pada Sabtu (23/9) sekitar pukul 22.00 WIB muncul tagar di media sosial #PanglimaTantangBIN. Tagar itu sempat menjadi trending topik di Twitter. “Dari penelusuran saya, itu menggunakan auto bot, mesin, bukan akun-akun asli,” kata alumnus S2 Kajian Intelijen UI tersebut.

Tagar #PanglimaTantangBIN itu menggunakan link url sebuah berita di situs www.perangbintang.com. “Setelah saya cek, situs itu di-hosting dari luar negeri,” kata Ridlwan. Situs perangbintang.com beralamat IP di 198.185.159.145 yang berada di Naples, Florida, Amerika Serikat. “Ada intensi dari pembuat situs itu untuk menyamarkan penjejakan,” katanya.

Lalu, pada Minggu (24/9) isu pembelian senjata ilegal itu semakin memanas karena beredar berita melalui WhatsApp group yang mengutip situs perangbintang.com. “Padahal, di berita itu ada wawancara fiktif seolah Kepala BIN Jenderal Budi Gunawan diwawancarai, padahal tidak pernah dan tidak jelas lokasi wawancaranya. Tujuannya jelas fitnah dan menyesatkan,” kata Ridlwan.

Selain BIN, ujarnya, akun akun anonim juga memanaskan situasi dengan seolah-olah menuduh Polri mempunyai senjata ilegal. Bahkan, berita itu disertai dengan gambar gambar hoaks. Dia mencontohkan salah satu posting di media sosial yang menunjukkan tumpukan gambar senjata AK-47 yang disebut sebut milik Polri.

“Setelah ditelusuri di internet, gambar itu tumpukan senjata di konflik Yaman pada 2016. Jadi, memang tujuannya mengadu domba dengan modal gambar hoaks,” katanya. Dia menilai, isu ini adalah upaya pecah belah oleh kepentingan asing agar Indonesia gaduh. Tujuannya agar masyarakat saling curiga, termasuk personel di dalam Polri, BIN, dan TNI.

Penulis     :

Editor       : KK

Sumber    : Beritasatu

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.