Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melakukan perbaikan di tiga ruas jalan yang mengalami kerusakan. Perbaikan dimulai 10 Agustus ini dan ditargetkan berlangsung selama dua bulan ke depan dengan total anggaran perbaikan mencapai Rp. 69 Miliar.
Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang Taufik Syahzaeni mengatakan, selama proses perbaikan berlangsung, pihaknya telah menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kemacetan. Masyarakat juga akan disosialisasikan terkait sejumlah jalur alternatif. Hal itu disampaikan Taufik saat ditemui di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Senin (10/8/2026).
“Ya sebenarnya kita ada sejumlah rekayasa lalu lintas ya. Nanti masyarakat apabila ingin menghindari kemacetan di sana, kita sedang mensosialisasikan sejumlah jalan alternatif,” kata Taufik.
Taufik mengatakan ruas jalan yang diperbaiki tidak akan ditutup secara total. Pengaturan lalu lintas akan dilakukan secara situasional, seperti sistem buka-tutup hingga contraflow.
“Namun secara umum sih jalan enggak kita tutup. Mungkin ada buka-tutup, ada contraflow gitu, jadi enggak kita tutup total,” ujar Taufik.

Menurutnya, pengerjaan dilakukan secara bertahap agar kendaraan tetap dapat melintas di ruas jalan tersebut. Dengan demikian, aktivitas masyarakat tidak sepenuhnya terganggu selama proses perbaikan. Taufik mengatakan pengerjaan perbaikan jalan akan dilakukan secara terus-menerus. Hal itu dilakukan agar proyek dapat diselesaikan lebih cepat dari target yang telah ditentukan.
“Kita kerja supaya ini cepat, kita kerja terus ya. Supaya apa namanya, harapannya pekerjaannya lebih cepat selesai begitu ya,” tuturnya.
Dia menjelaskan, masa kontrak pekerjaan di tiga lokasi tersebut bervariasi. Ada pekerjaan yang memiliki masa kontrak dua bulan dan ada pula yang mencapai tiga bulan.
“Kita sih di kontrak ada yang 2 bulan, ada yang 3 bulan,” jelasnya.
Meski demikian, Taufik memastikan pihaknya mengupayakan agar pekerjaan selesai lebih awal. Untuk mempercepat pengerjaan, aktivitas konstruksi tidak hanya dilakukan pada malam hari.
“Iya, lebih awal. Jadi makanya kita enggak kerja malam saja begitu ya. Karena memang rekayasa lalu lintas sudah kita siapkan, sehingga pekerjaan bisa lebih cepat ya, siang malam gitu 24 jam,” ungkapnya.
Selain menyiapkan rekayasa lalu lintas, Dinas PUPR juga menempatkan sejumlah petugas di lokasi pekerjaan. Sosialisasi jalur alternatif kepada masyarakat juga terus dilakukan.
“Kemudian apa namanya, kita menempatkan sejumlah petugas dan mensosialisasikan ke masyarakat mungkin bisa mencari jalan-jalan alternatif,” pungkas Taufik. (Agung)






























