Tangerang, Katakota.com – Menteri Sosial RI Agus Gumiwang Kartasasmita menghadiri pemberian bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap 1 kepada warga Kota Tangerang di Plaza Puspemkot Tangerang, Kamis ( 7/2/2019).
Mensos mengapresiasi warga Kota Tangerang yang berhasil Graduasi dari program bantuan sosial.
Agus mengatakan, Program Keluarga Harapan (PKH) mendorong kemandirian ekonomi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sehingga perlahan akan tergraduasi dan tidak lagi bergantung pada bansos.
“Bapak Presiden Joko Widodo mengambil kebijakan menaikkan indeks bantuan mulai tahun 2019. Jadi jumlah bantuannya ditambah sesuai kondisi keluarga ibu-ibu. Dengan kenaikan ini mudah-mudahan bisa disisihkan untuk ditabung,” kata Agus.
Dia menjelaskan, Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) untuk mengambil bansos PKH juga memiliki fitur tabungan. Jadi uang bansos yang tidak diambil tidak akan hilang dan aman untuk disimpan di rekening bank.
“Penyaluran bansos non tunai ini merupakan gagasan dari Bapak Presiden Joko Widodo yang bertujuan agar ibu-ibu mulai mengenal perbankan, mengenal menabung. Mudah-mudahan dalam jangka waktu tertentu uangnya cukup untuk modal usaha,” kata dia.
Untuk membimbing KPM memulai usaha, lanjutnya, Kemensos telah menyiapkan Pendamping PKH. Oleh Pendamping mereka mendapatkan pengetahuan untuk mengelola uang bantuan agar digunakan dengan bijak untuk keperluan produktif. Mensos kemudian menyontohkan KPM Graduasi Mandiri dari Kota Tangerang, Ibu Marlina yang juga hadir di tengah-tengah 1.000 KPM yang memadati tempat acara.
“Ibu Marlina menjadi contoh bagi kita semua bahwa keuletan dan tekad yang bulat dalam berusaha akan membuahkan hasil yang baik,” ucapnya.
Marlina adalah penerima PKH sejak tahun 2015. Warga Kecamatan Cibodasari ini mengelola usaha parut kelapa. Sejak menjadi penerima PKH ia mengikuti Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) dan mendapatkan materi pengelolaan keuangan keluarga dan didorong untuk pengembangan usaha.
“Dengan tambahan ilmu tersebut, Marlina dapat mengelola keuangan keluarga dan mengelola usaha lebih baik. Usaha parut kelapa Ibu Marlina semakin meningkat dan secara sukarela mengundurkan diri dari PKH,”paparnya.
Agus menambahkan, Kementerian Sosial menargetkan pada tahun 2019 sebanyak 800 ribu KPM tergraduasi secara mandiri dari kepesertaan PKH.
“Ini menjadi tantangan bagi kita semua. Peran Pendamping PKH akan lebih signifikan. Saya percaya dengan kemampuan Pendamping dapat mendorong kemandirian KPM,” katanya.
Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat mengatakan realisasi penyaluran masing-masing bantuan sosial secara nasional per 30 Januari, untuk PKH mencapai 83,50% dan BPNT mencapai 90,88%.
Bantuan Sosial PKH dan BPNT tahap I Tahun 2019 untuk Kota Tangerang sebanyak Rp45.058.105.000 terdiri dari PKH Rp39.632.025.000 untuk 31.802 KPM, BPNT Rp5.426.080.000 untuk 49.328 KPM.
“Kami juga menggelar ekspos usaha bersama dan usaha mandiri dari KPM PKH. Menampilkan berbagai jenis usaha yang sedang dirintis dengan mengoptimalkan sumber daya yang tersedia,” tuturnya.(dit)


























