Tips Cerdas Pilih Nutrisi Tepat untuk Jalani Ibadah Puasa

5
Beautiful girl can not choose between healthy and unhealthy food. She gesturing and looking at the camera confused. The girl is sitting at the table. Isolated on a white background

Katakota.com, -TAK cukup hanya memiliki kecerdasan intelektual (IQ) dan juga emosional (EQ), tetapi masyarakat Indonesia juga perlu punya kecerdasan nutrisi (Nutrition Quotient). Ketepatan pemilihan nutrisi amat penting guan menjaga kualitas hidup generasi berikutnya.

Ahli Nutrisi dari Nestle Indonesia, Eka Herdiana mengatakan, kecerdasan nutrisi konteksnya amat luas, tidak hanya soal badan dan kesehatan. Ia memaparkan, secara umum masyarakat Indonesia berada dalam dilema, di satu sisi mengalami defisiensi gizi mikro, tetapi di sisi lain mengalami gizi berlebih.

“Gizi mikro itu seperti zat besi, zinc, vitamin A, vitamin D, dan kalsium. Kalau gizi makro mudah terlihat di atas piring, maka gizi mikro itu kandungan dalam makanan kita yang ada di atas piring,” ucap Eka Herdiana dalam acara ‘Fast and Fabulous’ di Almond Zucchini, Prapanca, Jakarta Selatan, Rabu (30/5/2018).

Sementara, gizi berlebih erat kaitannya dengan paparan penyakit tidak menular seperti diabetes melitus, kolesterol tinggi, dan hipertensi. Perempuan yang akrab disapa Diana itu memaparkan, kelebihan gizi itu terjadi karena masyarakat cenderung tidak memperhatikan asupan makanan, terutama di bulan puasa.

Salah satu yang mendorong terciptanya kondisi tersebut adalah karena konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL) di tengah masyarakat Indonesia cukup tinggi. Apalagi GGL banyak sekali ditemukan pada makanan dan minuman jadi di Indonesia.

“Buka puasa biasanya orang Indonesia ‘kan cari yang mudah ditemui, misalnya gorengan. Nah di gorengan itu sudah lengkap gula, garam, dan lemaknya. Kesalahan lainnya adalah menganggap buka puasa itu sama dengan makan malam. Padahal, buka puasa itu cukup makan sedikit saja untuk membatalkan puasa. Baru setelah salat Maghrib bisa makan malam,” imbuh Diana.

Untuk sahur, perempuan berambut sebahu itu menyarankan agar banyak mengonsumsi makanan yang mengandung cairan, tinggi serat, dan karbohidrat kompleks karena tubuh butuh banyak cairan. Sementara untuk berbuka, Diana menyarankan agar mengonsumsi makanan yang banyak mengandung cairan, rendah lemak, dan hindari yang mengandung banyak gula tambahan.

Ia menyarankan agar makan sahur sekira 30 menit sebelum imsak agar puasa bisa maksimal. Untuk menu, Diana mencontohkan nasi merah, sup ayam dan sayuran, buah seperti pisang atau pepaya, serta dua gelas air sebagai santapan sahur.

“Untuk berbuka puasa bisa memakan 2-4 butir kurma yang ditambah dengan jus atau air putih biasa. Lalu beri jeda waktu untuk makan malam. Kita juga tetap bisa makan snack, ya kira-kira 15 menit sebelum tidur. Saya sih sarankan snack-nya bisa buah-buahan,” tukas Diana.

Sumber : Okezone.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.