BPIP dan DPR RI Perkuat Nilai Pancasila, 300 Relawan Kebajikan Ikut Penguatan Ideologi

4

Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi PDI Perjuangan Marinus Gea menekankan pentingnya menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Hal itu disampaikannya dalam momentum peringatan Hari Kemerdekaan RI.

Marinus menyampaikan pesan tersebut saat menghadiri kegiatan penguatan relawan Gerakan Kebajikan Pancasila di salah satu hotel kawasan Cipondoh, Kota Tangerang, Jumat (21/8/2026).

Kegiatan tersebut diikuti sedikitnya 300 peserta dari berbagai elemen masyarakat. Mereka terdiri dari tokoh masyarakat, tokoh pemuda, orang tua, kelompok emak-emak hingga kalangan remaja.

Marinus mengatakan Indonesia sejak awal berdiri memilih Pancasila sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, Indonesia tidak dibangun berdasarkan kesamaan suku, agama maupun bahasa daerah.

“Indonesia tidak dibangun di atas kesamaan suku, agama, maupun bahasa daerah. Indonesia dibangun di atas kesepakatan luhur yang disebut Pancasila,” ujar Marinus.

Dia menilai pengamalan Pancasila tidak cukup hanya dengan menghafalkan lima sila. Nilai-nilai tersebut harus diwujudkan melalui tindakan dan perilaku dalam kehidupan sosial.

“Kebajikan Pancasila adalah perwujudan nilai-nilai Pancasila dalam tindakan nyata, perilaku sehari-hari, cara kita memimpin, melayani, dan memperlakukan sesama manusia,” katanya.

Marinus menegaskan keberhasilan Pancasila seharusnya diukur dari sejauh mana nilai-nilainya diterapkan dalam kehidupan masyarakat.

“Ukuran keberhasilan Pancasila bukanlah seberapa banyak orang menghafal lima sila, melainkan seberapa banyak nilai lima sila itu hidup dalam kehidupan bangsa,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Marinus juga menegaskan Gerakan Relawan Kebajikan Pancasila merupakan gerakan moral kebangsaan dan bukan wadah politik praktis.

“Relawan Kebajikan Pancasila bukan organisasi yang dibangun untuk kepentingan politik elektoral maupun kelompok tertentu. Ini adalah gerakan moral kebangsaan,” tegasnya.

Dia mengajak para relawan memulai penerapan nilai-nilai Pancasila dari lingkungan terdekat, mulai dari diri sendiri, keluarga hingga tetangga.

“Mereka adalah orang-orang yang percaya bahwa perubahan bangsa tidak selalu dimulai dari kekuasaan, melainkan sering kali dimulai dari keteladanan,” ujarnya.

“Harus dimulai dari diri sendiri, keluarga, dan tetangga terdekat untuk menumbuhkan sikap empati dan simpati berdasarkan kebajikan yang dituangkan di lima sila Pancasila,” sambung Marinus.

Kegiatan tersebut turut menghadirkan Direktur Pelaksana Pendidikan dan Pelatihan BPIP Dr Toto Purbiyanto, akademisi Universitas Buddhi Dharma (UBD) Dr Serius Zebua, serta Dosen Universitas Paramadina Didik Hariyanto. Diskusi dipandu moderator Shenny Ayunuri Beata Sitinjak.

Toto Purbiyanto mengatakan pendekatan interaktif dan pemanfaatan media digital dapat menjadi cara efektif untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap Pancasila.

“Kami mencoba menyampaikan Pancasila tidak harus menyebutkannya secara eksplisit. Pesan moral dan nilai kebangsaan bisa disampaikan secara natural lewat berbagai platform digital dan konten kreatif yang dekat dengan keseharian masyarakat,” kata Toto. (Agu)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.