CKG Siswa di Kota Tangerang Tembus 199 Ribu Anak, Dinkes Kejar Target 343 Ribu

2

Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi siswa di Kota Tangerang telah diikuti 199.486 anak hingga Agustus 2026. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang menargetkan 343.310 siswa mengikuti program tersebut.

Kepala Dinkes Kota Tangerang, Dini Anggraeni mengatakan capaian tersebut sudah lebih dari 50 persen dari target. Dia berharap seluruh siswa SD dan SMP di Kota Tangerang dapat mengikuti CKG.

“Sasarannya itu ada 343.310. Targetnya, harapannya 100 persen. Dalam bulan Agustus ini, capaian kita sudah 199.486, jadi sudah kurang lebih lebih dari 50 persennya,” kata Dini saat ditemui di Komplek SD Negeri Cipondoh, Senin (24/8/2026).

Selain CKG, Dinkes juga menargetkan sekitar 46 ribu siswa mengikuti program imunisasi.

Di komplek SD tersebut, sebanyak 559 siswa menjadi sasaran CKG. Sementara 176 siswa menjadi sasaran imunisasi.

Dini menjelaskan pemeriksaan CKG meliputi screening kesehatan, pemeriksaan gigi, telinga, mata, hingga pengambilan sampel TBC. Hasil pemeriksaan nantinya menjadi dasar untuk mengetahui kondisi kesehatan siswa dan menentukan tindak lanjut melalui puskesmas di masing-masing wilayah.

“Jadi kita bisa deteksi secara dini kesehatan anak-anak di sekolah dan menindaklanjutinya nanti per wilayah kerja puskesmas,” ujarnya.

Dini menyebut masalah kesehatan yang cukup banyak ditemukan dari pemeriksaan sebelumnya yakni karies gigi dan gangguan penglihatan.

“Kalau anak-anak yang karies ya harus terus diedukasi supaya menjaga kesehatan giginya. Anak-anak yang dengan mata visus yang kurang berarti dibantu dengan kacamata dan lain-lain,” katanya.

Menurut Dini, CKG dan imunisasi juga merupakan bagian dari upaya pencegahan penyakit pada anak. Dengan pemeriksaan, kondisi kesehatan anak dapat diketahui lebih awal sehingga penanganan bisa segera dilakukan.

“Ini salah satu upaya pencegahan, yaitu dengan cek kesehatan gratis dan imunisasi. Karena dengan imunisasi bisa mencegah anak-anak kita dari penyakit yang sebenarnya bisa dicegah melalui imunisasi,” pungkasnya. (Agu)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.