Harissudin Bangun Guyub Warga di Kampung Urang Baraya

2
Harissudin penggerak kampung tematik/ist

Menjadi ketua RW tak sekedar melakukan pendataan warga dan mensosialisasikan program Pemerintah namun juga berupaya mengembalikan nilai-nilai guyup rukun dan gotong royong warga yang mulai memudar seiring perkembangan zaman.

Adalah M. Harissudin ketua RW 01 di Kelurahan Pabuaran Tumpeng Kecamatan Karawaci, Dia menjadi penggerak berdirinya Kampung Urang Baraya yang berarti kita bersaudara.

Bermula saat awal menjabat Ketua RW pada akhir tahun 2016, Haris sapaannya berdiskusi dengan para ketua RT, dan warga yang aktif dengan penataan lingkungan.

Hasil diskusi menyadari lingkungan tempat tinggal mereka tak lagi seperti dahulu yang saling kenal sesama warga, terlebih kehadiran pendatang baik yang hanya mencari kerja maupun pendatang yang menikah dengan warga sekitar.

“Perubahan tak bisa dipungkiri warga yang dulu gotong royong kebersamaannya kuat sekarang semakin individualis,” ujarnya.

Belum lagi ditambah kebiasaan yang sebelumnya perdesaan menjadi perkotaan juga mempengaruhi lingkungan terutama generasi muda seperti pergaulan bebas, peredaran narkoba, kriminalitas dan kerawanan sosial lainnya.

Berangkat dari kondisi tersebut tercetus membentuk kampung urang baraya yang mengambil istilah menggunakan bahasa Sunda yang memiliki arti kita bersaudara.

“Semangatnya membangun kebersamaan, keguyuban warga yang fokus pembenahan lingkungan,” ujarnya.

Selain sebagai Ketua RW, M.Harissudin juga aktif di Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Tangerang.

Menurutnya penataan dan pembenahan lingkungan dengan tumbuh kembang anak sangat terkait.

“Anak-anak dapat kita libatkan dalam penataan dan pembenahan lingkungan baik melalui kerja Bakti, belajar kreatif daur ulang dan kegiatan lain seperti gemar membaca dan learn English di lingkungan. Yang juga mengurangi interaksi anak-anak dengan game-game online di handphone,” ujarnya.

Selain itu kegiatan lingkungan dengan melibatkan anak-anak pada akhirnya memberikan rasa aman dan nyaman kepada para orangtua.

“Karena secara tidak langsung anak-anak mereka tidak sampai bermain ke lingkungan yang jauh, dan orangtua bisa lebih memantau aktifitas anak, apa yang dilakukan, siapa saja teman-teman nya dan tempat bermainnya cukup di lingkungan sekitar,” ujarnya.

Sejak dibentuk warga di Kampung Urang Baraya aktif melakukan gerakan untuk pembenahan dan penataan lingkungan

M. Harisudin menjelaskan, kampung urang Baraya sebelumnya terlihat gersang, minim penghijauan, serta adanya tumpukan sampah dipojokan jalan.

“Lahan di pinggir-pinggir jalan dihijaukan, lalu juga mengecat mural kreatif, dan membuat gapura untuk menambah estetika kampung,” ujarnya.

Selain itu juga ada bank sampah, bahkan nasabahnya tak hanya orang dewasa namun juga pemuda dan anak-anak yang tergabung dalam komunitas barudak urang Baraya.

“Sejak dini anak-anak diajarkan pemilahan sampah dari rumah lalu dikumpulkan dengan menjadi nasabah bank sampah,kemudian juga belajar menanam dan kerja bakti,” ujar dia.(dit)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.